Antenatal Care, Pedoman Bagi Ibu Hamil

Di Ibu dan Anak 15 views

Pemeriksaan kehamilan merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan koreksi terhadap penyimpangan yang tidak diinginkan bagi ibu dan janin. Pelayanan pemeriksaan kesehatan ini diberikan oleh tenaga medis kepada wanita hamil yang biasa disebut dengan Antenatal Care (ANC).

Menurut WHO, kasus kematian ibu terjadi antara 33–50% yang berhubungan erat dengan rendahnya tingkat pelayanan kesehatan yang diperoleh selama hamil, sedangkan kontribusi terbesar penyebab kematian ibu tersebut berturut-turut adalah pre-eklampsi, eklampsi, dan perdarahan selama proses persalinan (antepartum).

Antenatal Care Pedoman bagi Ibu Hamil

Dalam ANC, tenaga medis akan melakukan pemantauan kesehatan secara fisik dan psikologis dari proses pertumbuhan dan perkembangan serta mempersiapkan proses persalinan dan kelahiran sehingga ibu siap menghadapi peran baru sebagai orang tua.

Pelayanan Antenatal Care merupakan faktor utama dalam menentukan outcome persalinan termasuk menyaring secara dini faktor risiko penghambat kelainan janin dan persalinan normal. ANC dapat menjadi acuan awal pengobatan ibu hamil yang mengalami komplikasi selama hamil. Ibu hamil yang tidak melaksanakan ANC selama hamil berisiko lebih besar mengalami komplikasi saat persalinan.

 

Manfaat Antenatal Care

Berikut adalah manfaat kegiatan Antenatal Care bagi ibu:

  1. mengurangi dan menegakkan secara dini komplikasi kehamilan dan mengurangi penulit masa antepartum
  2. mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan
  3. meningkatkan kesehatan ibu pasca persalinan serta induksi pemberian ASI eksklusif
  4. melakukan proses persalinan secara aman

Sedangkan manfaat Antenatal Care bagi calon buah hati ibu adalah untuk memelihara kesehatan ibu sehingga mengurangi kejadian prematur, kelahiran mati, dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).

 

Standar Pelayanan Antenatal Care

Pelayanan Antenatal Care disesuaikan dengan standar pelayanan antenatal menurut Depkes RI 2016. Pada kunjungan pertama, tenaga medis harus melakukan anamnesis riwayat kehamilan dan mengisi KMS ibu hamil/ kartu ibu secara lengkap.

Data yang dikaji dalam anamnesis mencakup data:

  • identitas ibu dan suami
  • keluhan yang dirasakan
  • riwayat haid
  • riwayat perkawinan
  • riwayat kehamilan ini (HTHP, siklus haid, masalah/ kelainan pada kehamilan, dan riwayat imunisasi TT)
  • riwayat obstetri lalu
  • riwayat KB
  • riwayat penyakit keluarga
  • riwayat sosial ekonomi, dan pola pemenuhan sehari-hari.

Selain itu, perlu dilakukan pemeriksaan fisik yang terdiri dari pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. Pemeriksaan luar terdiri atas pemeriksaan umum (keadaan umu ibu, keadaan gizi, tinggi badan, berat badan, serta pemeriksaan laboratorium sederhana untuk kadar Hb dan golongan darah).

Serta pemeriksaan kebidanan yang terdiri atas inspeksi (melihat bagian kepala, dada, perut, dan vulva), palpasi leopold (besarnya rahim untuk menetukan tuanya kehamilan), auskultasi (mendengarkan bunyi jantung janin, bising tali pusat, gerakan janin, bising rahim dan aorta dengan stetoskop/ dopler).

Pemeriksaan dalam dilakukan pada kunjungan awal dan diulangi pada trimester III untuk menetukan keadaan panggul.

 

Asuhan Kehamilan Kunjungan Ulang

Kemenkes RI pada tahun 2010 mensosialisikan standar 10T yang harus dilakukan bidan pada setiap kunjungan ulang. Kebijakan program dalam pelayanan antenatal yaitu kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan. Satu kali pada trimester pertama (kehamilan <14 minggu), satu kali pada trimester kedua (kehamilan 14-28 minggu), serta dua kali pada trimester ketiga (kehamilan >28minggu sampai kelahiran).

Antenatal Care terpadu juga merupakan salah satu program kunci dalam penapisan pelayanan KIA yang dimulai saat hamil sampai pada pasca nifas. Pelayanan kunjungan pertama ANC (K1) sampai kunjungan lengkap ANC (K4) menjadi strategi kunci penyedia pelayanan kesehatan dalam upaya menurunkan angka missed opportunities ibu hamil yang dapat berimplikasi pada kualitas pelayanan ibu maternal dan bayi di Kota Blitar.

 

Referensi:

https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/antenatal-midwife-care-pregnant/

Mikrajab, M.A. dan Rachmawati, T., 2016. Analisis Kebijakan Implementasi Antenatal Care Terpadu Puskesmas Di Kota Blitar. Surabaya: Dinkes (19) pp.1-13

Antenatal Care, Pedoman Bagi Ibu Hamil
4.7 (94%) 10 vote[s]
author
Fakultas Kedokteran Universitas Jember
Memilih Foundation yang Tepat Untuk Kulit Wajah Anda
Memilih Foundation yang Tepat Untuk Kulit Wajah Anda
Ada beragam proses yang harus dilakukan saat
Cara Jaga Pakaian Bayi Agar Awet dan Tidak Mudah Rusak
Cara Jaga Pakaian Bayi Agar Awet dan Tidak Mudah Rusak
Baju bayi terbuat dari kain yang lembut
Si Kecil Terkena Diare? Rawatlah dengan Cara Ini Agar Lebih Cepat Sembuh!
Si Kecil Terkena Diare? Rawatlah dengan Cara Ini Agar Lebih Cepat Sembuh!
Bagian-bagian organ di dalam tubuh anak-anak memang
Bila Anak Suka Mencoret Dinding, Apa yang Harus Dilakukan?
Bila Anak Suka Mencoret Dinding, Apa yang Harus Dilakukan?
Pasti pusing sekali ya ketika melihat dinding
Baca Juga×

Top