Cegah ISPA di Musim Hujan

Di Kesehatan Masyarakat 31 views

Musim hujan tiba di penghujung tahun di mana diiringi dengan meningkatnya penyakit-penyakit infeksi. Kondisi yang lembab menjadi wadah empuk bagi bakteri dan virus untuk berkembang biak, apalagi bila tidak didukung dengan imun tubuh dan lingkungan yang bersih.

Perubahan cuaca yang sangat cepat dapat menyebabkan kondisi imun tubuh menurun sehingga mudah sakit. Salah satu penyakit yang sering muncul di musim hujan adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). ISPA adalah infeksi akut yang menyerang organ saluran pernapasan bagian atas. Bagian saluran pernapasan atas yang terkena bisa meliputi hidung, sinus, faring, dan laring.

Meskipun kebanyakan dari kita sudah pernah mengalami infeksi saluran pernafasan atas seperti influenza, beberapa dari kita masih susah membedakan apakah gejala batuk, pilek, dan bersin yang kita alami merupakan gejala influenza atau hanya merupakan gejala alergi.

Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin yang akan menimbulkan droplet berisi virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja atau ingus, juga melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi.

Pengenalan infeksi saluran pernapasan akut, khususnya jenis ISPA, sangat penting untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi. Pasien ISPA mungkin memperlihatkan berbagai gejala. Sebagian dari penyakit ini berpotensi menyebar dengan cepat dan bisa menimbulkan dampak serius bila tidak ditangani dengan cepat dan benar.

Cegah ISPA di Musim Hujan

 

Gejala Infeksi Saluran Pernafasan Atas

Walaupun definisi kasusnya mungkin berbeda sesuai dengan penyakitnya, ada beberapa tanda dan gejala umum yang harus menimbulkan kecurigaan terjadinya ISPA. Beberapa gejala infeksi saluran pernafasan atas dapat dikeluhkan penderitanya, seperti:

  • Batuk dan hidung tersumbat
  • Bau nafas yang kurang sedap
  • Rasa lelah dan pegal pada otot
  • Mata terasa panas, gatal, bahkan iritasi
  • Perasaan tidak nyaman pada saluran nafas akibat bengkak
  • Produksi dahak yang berlebihan
  • Demam hingga menggigil
  • Sakit kepala
  • Mata gatal
  • Susah dalam menelan makanan
  • Bersin-bersin
  • Nyeri tenggorokan

 

Apakah Perlu Mengonsumsi Antibiotik?

Kebanyakan infeksi saluran nafas seperti influenza disebabkan oleh virus. Infeksi dengan agen penyebab virus tidak sesuai bila diobati dengan antibiotik. Antibiotik akan mempan bila diberikan pada pasien dengan penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Mengonsumsi antibiotik secara sembarangan malah cenderung berbahaya. Seseorang dapat mengalami resistensi antibiotika ketika ia terlalu sering mengonsumsi antibiotik yang sebenarnya diperlukan. Resistensi terjadi ketika bakteri telah beradaptasi dengan obat-obatan (yang sering dikonsumsi) sehingga menjadi semakin sulit untuk dibunuh.

Semakin lama dan semakin sering antibiotik digunakan maka antibiotik semakin tidak efektif dalam melawan bakteri. Jika jumlah bakteri resisten antibiotik semakin banyak maka beragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, dan operasi menjadi sangat berisiko.

Efek lebih jauhnya, pasien harus menanggung perawatan yang lebih lama dan lebih mahal.Oleh karena itu, jangan terbu-buru mengongsumsi antibiotik ketika sakit apalagi bila gejala-gejala yang telah disebutkan muncul.

 

Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mengobati dan Mencegah ISPA

Lalu apa yang bisa dilakukan saat kita menderita infeksi saluran nafas? Cara yang cukup efektif untuk menurunkan penularan influenza salah satunya adalah:

  • Menjaga kesehatan pribadi dan kebiasaan higienis yang baik: seperti tidak menyentuh mata, hidung dan mulut; sering mencuci tangan (cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bila jelas terlihat kotor atau gunakan bahan yang mengandung alkohol bila tangan tidak jelas terlihat kotor), menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit; dan tetap berada di rumah sendiri saat sedang sakit.
  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Hindari minum susu karena dapat merangsang produksi lendir.
  • Istirahat yang cukup sehingga sistem imun bisa berfungsi secara optimal.
  • Jika tersedia, minum suplemen vitamin C untuk meningkatkan daya imun.
  • Apabila diperlukan, mengonsumsi obat seperti asetaminofen (parasetamol) untuk meredakan gejala demam dan nyeri otot yang berhubungan dengan flu.

 

Referensi:

Aledort JE, Lurie N, Wasserman J, Bozzette SA (2007). “Non-pharmaceutical public health interventions for pandemic influenza: an evaluation of the evidence base”. BMC Public Health. 7: 208. doi:10.1186/1471-2458-7-208.

Bridges CB, Kuehnert MJ, Hall CB (2003). “Transmission of influenza: implications for control in health care settings”. Clin. Infect. Dis. 37 (8): 1094–101. doi:10.1086/378292. PMID 14523774.

Hurt AC, Ho HT, Barr I (2006). “Resistance to anti-influenza drugs: adamantanes and neuraminidase inhibitors”. Expert Rev Anti Infect Ther. 4 (5): 795–805. doi:10.1586/14787210.4.5.795. PMID 17140356

Influenza, The Oxford English Dictionary, second edition.

Pencegahan, W.H.O., 2007. pengendalian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi di fasilitas pelayanan kesehatan. WHO, editor. Indonesia2007.

Questions & Answers: Flu Shot Publikasi CDC diperbaharui 24 Juli 2006. Diakses 28 Desember 2018.

Cegah ISPA di Musim Hujan
4.7 (94%) 10 vote[s]
author
Fakultas Kedokteran Universitas Jember
Ketahui Perbedaan Demam Berdarah dan Malaria
Ketahui Perbedaan Demam Berdarah dan Malaria
Meski sama-sama disebabkan gigitan nyamuk, demam berdarah
Pencernaan Anda Bermasalah? Inilah Pilihan Makanan yang Tepat untuk Melancarkan!
Pencernaan Anda Bermasalah? Inilah Pilihan Makanan yang Tepat untuk Melancarkan!
Membebaskan diri dengan mengonsumsi makanan sembarangan di
Memiliki Payudara Kecil, Apakah Tetap Bisa Menyusui?
Memiliki Payudara Kecil, Apakah Tetap Bisa Menyusui?
Menyusui adalah sebuah anugerah terindah bagi seorang
Puasa Bagi Ibu Menyusui, Apakah Aman?
Puasa Bagi Ibu Menyusui, Apakah Aman?
Bulan Ramadhan menjadi bulan di mana umat
Baca Juga×

Top