Menjaga kesehatan alat reproduksi adalah bahasan yang menarik dalam hal kesehatan pria. Betapa tidak, tak jarang pada saat buang air kecil organ reproduksi tidak cukup mengalami pembersihan. Ditambah lagi banyaknya variasi makanan yang sangat beragam membuat urin yang dihasilkan pun mengandung berbagai jenis zat sisa. Zat-zat sisa ini harus dibersihkan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan penyakit di kemudian hari.

Selama ini, kesehatan organ reproduksi kerap diidentikan dengan perilaku-perilaku seksual yang tidak sehat. Padahal, perilaku-perilaku non-seksual pun dapat berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui cara memelihara kesehatan organ reproduksi secara tepat.

Kesehatan Organ Reproduksi Pria

 

Penyebab Timbulnya Bau

Smegma

Smegma adalah akumulasi dari sel kulit mati, minyak, dan keringat yang menjaga agar kemaluan tetap basah. Jika anda tidak membersihkan kemaluan anda secara rutin, smegma akan menumpuk sehingga menghasilkan substansi putih yang kental.

Kejadian seperti ini lebih sering terjadi pada kemaluan yang tidak disirkumsisi karena kulup pada bagian ujung yang tidak dibuang. Selain menyebabkan bau tidak sedap, smegma dapat menyebabkan kemerahan dan iritasi, membuat kulup susah dibuka ketika Mr P ereksi dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.

Terdapat beberapa langkah untuk membersihkan smegma dari kemaluan anda yaitu tarik atau retraksi kulup anda, bersihkan menggunakan sabun dan air, bilas kemaluan anda, keringkan Mr P dan jangan digosok atau digesek, dan setelah smegma dibersihkan jangan lupa untuk mengembalikan kulup ke posisi semula.

Balanitis

Balanitis adalah iritasi kulit pada bagian ujung organ reproduksi pria. Beberapa penyebab utama balanitis meliputi buruknya kebersihan, infeksi, kulit mengalami psoriasis, reaksi alergi karena pengobatan, sabun, dan kondom. Jika seseorang diduga menderita balanitis yang menjadi penyebab bau tidak sedap, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Dalam beberapa kasus, infeksi menular seksual dapat menyebabkan Mr P berbau. Dua kondisi infeksi menular seksual yang paling sering membuat organ reproduksi pria berbau tidak sedap adalah Chlamydia dan Gonorrhea.

Gejala-gejala chlamydia di antaranya adalah keluarnya cairan encer putih dari Mr P, sakit ketika buang air kecil, dan sakit pada skrotum. Sedangkan gejala-gejala gonorrhea, di antaranya adalah keluarnya cairan berwarna hijau, putih atau kuning dari Mr P, sakit atau terasa terbakar ketika buang air kecil, dan inflamasi pada kulup Mr P. Setiap pria yang diduga mengalami infeksi menular seksual sebaiknya mencari pertolongan medis dan menahan diri dari aktivitas seksual sampai perawatan yang dilakukan selesai.

Radang Uretra

Uretra adalah saluran yang menghubungkan antara ujung organ reproduksi pria dan kandung kemih. Dalam banyak kasus, peradangan pada uretra disebabkan oleh infeksi menular seksual seperti Chlamydia. Penyebab terjadinya bengkak pada kasus ini tidak diketahui. Gejala-gejala radang uretra di antaranya keluarnya cairan putih dan keruh pada Mr P, keinginan untuk sering buang air kecil, sakit atau merasa terbakar ketika buang air kecil, dan iritasi atau sakit di sekitar ujung organ reproduksi pria.

Infeksi Jamur

Infeksi jamur terjadi ketika terdapat banyak jamur Candida pada Mr P. Walaupun infeksi jamur sering terjadi pada vagina, infeksi jamur juga dapat terjadi pada organ reproduksi pria. Selain menyebabkan bau tidak sedap, infeksi jamur juga dapat menyebabkan sensasi terbakar dan gatal, iritasi dan kemerahan pada Mr P, zat berwarna  putih yang cukup kental, dan uap lembab yang tidak biasa pada Mr P. Sangat penting untuk mencari perawatan medis untuk infeksi jamur karena apabila dibiarkan bisa menyebabkan infeksi dan komplikasi.

Infeksi Saluran Kencing

Infeksi saluran kencing terjadi ketika bakteri atau virus masuk ke dalam saluran kencing. Infeksi saluran kencing dapat menyebabkan organ reproduksi pria berbau, urin berwarna keruh atau merah muda, keinginan untuk sering buang air kecil, dan sensasi terbakar ketika buang air kecil.

Faktor risiko yang dapat memperburuk infeksi saluran kencing adalah batu ginjal, pembesaran prostat, aktivitas seksual, diabetes, dan kateter urin. Perawatan infeksi saluran kencing dapat mencegah komplikasi lebih lanjut termasuk masalah komplikasi ginjal atau menyebarnya infeksi selain di saluran kencing.

 

Makanan yang Dapat Menyebabkan Timbulnya Bau

Junk Food

Sudah bukan hal yang mengejutkan untuk mengetahui bahwa jenis makanan tertentu dapat menyebabkan timbulnya bau pada kemaluan. Sebuah pepatah pernah mengatakan bahwa kamu adalah apa yang kamu makan dan hal ini telah lama didiskusikan di kalangan para ilmuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara bau tubuh dan makanan yang dimakan. Prinsip tersebut juga berlaku untuk makanan yang dimakan dengan timbulnya bau pada kemaluan.

Sebagai akibat dilindungi dalam situasi panas karena biasanya dilapisi dua lapis pakaian (celana dan celana dalam) dan dikelilingi oleh selaput tebal dari rambut kemaluan, organ reproduksi pria sudah rentan terhadap keringat dan bakteri yang pada gilirannya menyebabkan bau yang tidak diinginkan. Jadi “situasi bau” sudah mungkin ada sebelum bau yang berasal dari makanan ditambahkan.

Metabolisme setiap tubuh manusia memiliki perbedaan sehingga makanan yang dapat menyebabkan bau yang sangat tajam pada seseorang mungkin tidak memberikan efek yang sama untuk yang lain, tetapi ada beberapa makanan yang secara umum menyebabkan bau pada kemaluan. Berikut adalah jenis makanan-makanan tersebut.

Daging

Semua jenis hamburger dan steak yang terasa begitu lezat dapat menyebabkan bau yang tidak sedap bagi tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan pada vegetarian dan pemakan daging menunjukkan keringat pada pemakan daging lebih berbau.

Asparagus

Sayuran ini memang dapat menyehatkan tetapi dapat menyebabkan bau tidak sedap apalagi ketika buang air kecil.

Ayam Tikka Masala

Sebenarnya makanan apa pun yang mengandung kari dan jinten dapat menciptakan masalah bau yang khas. Rempah-rempah yang kuat ini menciptakan sensasi rasa karena dapat bertahan di dalam tubuh cukup lama. Bau kemaluan yang “pedas” dapat dengan mudah terjadi akibat makanan ini.

Bawang Putih

Setiap orang pasti mengetahui bahwa bawang putih dapat menimbulkan bau pada tubuh. Bawang putih sudah terkenal karena dapat menakut-nakuti vampir dengan bau tajamnya.

Minuman Keras

Berbagai jenis alkohol memiliki aroma yang beragam. Tidak ada alkohol yang benar-benar berbau harum ketika disaring melalui sistem keringat tubuh. Daripada mengonsumsi alkohol secara berlebihan, seorang pria harus meningkatkan konsumsi air putih. Tetap terhidrasi dengan baik adalah salah satu cara terbaik untuk membantu melawan bau badan dan kemaluan.

Ikan

Ikan adalah salah satu penyebab bau badan terbesar. Penyebabnya adalah choline, zat kimia yang sering ditemukan pada ikan yang berinteraksi dengan beberapa sistem metabolisme pria untuk menciptakan bau yang sangat kuat.

 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Membersihkan Organ Reproduksi

Gunakan Penggosok

Mencuci apa pun hanya dengan menggunakan air atau hanya disiram saja tidak akan berpengaruh banyak terhadap kebersihan organ reproduksi anda. Loofah dapat dijadikan pilihan sebagai alat penggosok. Namun tentu saja, antiseptik tetap harus digunakan untuk membunuh kuman. Ketika menggosok jangan terlalu kasar karena dapat mengakibatkan lecet atau iritasi.

Bersihkan Kulit di Bagian Paling Ujung

Ketika menarik kulup anda maju mundur, zat yang disebut ‘smegma’ akan terstimulasi untuk keluar. Zat ini berbau tidak sedap dan harus dibersihkan setiap hari. Untuk pria yang disunat, hal ini tidak begitu merepotkan karena sudah tidak memiliki kulup, tetapi bagi kebanyakan pria yang tidak disunat, kulup tak luput menjadi perhatian ketika membersihkan alat reproduksi. Zat-zat yang keluar melalui uretra dapat tersisa di bagian kulup. Bersihkan dan cuci dengan menggunakan antiseptik.

Gunakan Pelembab

Sama seperti bagian tubuh anda yang lain, area di sekitar selangkangan membutuhkan pelembab harian. Menggunakan krim pelembab umum bukanlah pilihan terbaik. Gunakan minyak kelapa sebagai gantinya, namun dapat juga menggunakan lidah buaya atau minyak zaitun.

Bersihkan Area antara Skrotum dan Anus

Area antara skrotum dan anus kadang-kadang dapat mengeluarkan bau tidak sedap. Keringat dan rambut yang terdapat pada area itu mampu menghasilkan bau yang tidak sedap. Selain itu penyebab timbulnya bau adalah area ini ditutupi dengan pakaian sepanjang hari. Lebih baik mengganti celana dalam lalu cuci dan bersihkan.

Jangan Salah Memilih Agen Pembersih

Hal utama dalam menjaga kebersihan adalah memilih agen yang paling tepat. Jadi gunakan air hangat daripada air dingin untuk membersihkan kemaluan Anda. Selain itu, meskipun apa pun yang berbau harum akan tampak menarik, itu bukan berarti zat tersebut dapat menjadi agen terbaik untuk mencuci kemaluan.

 

Cara Membersihkan Organ Reproduksi

Membersihkan alat reproduksi pria yang tepat dapat membantu menghindari infeksi dan mengurangi bau yang berasal dari Mr P. Sangat penting untuk mencuci alat kelamin setidaknya sekali sehari dengan pembersih yang lembut dan air hangat.

Jika Anda berolahraga atau melakukan kegiatan yang membuat anda berkeringat, pastikan anda mandi. Keringat dapat menyebabkan timbulnya bakteri dan membuatnya tumbuh. Keringat tidak buruk, tetapi dapat membuat area di sekitar kemaluan lembab sehingga menumbuhkan bakteri. Deodoran terbaik adalah menjaga area di sekitar kemaluan agar tetap kering. Menutup bau saja tidak cukup, anda harus menjaganya tetap kering. Setelah mandi, pastikan area di sekitar kemaluan sudah kering sebelum menggunakan pakaian.

Selain itu, anda sebaiknya melakukan beberapa langkah tambahan untuk menjaga kebersihan kemaluan agar bebas bau. Langkah-langkah tersebut seperti membersihkan Mr P setelah melakukan aktivitas seksual, menggunakan pakaian yang longgar atau pakaian yang dapat memungkinkan terjadinya sirkulasi udara, menggunakan pengaman seperti kondom saat melakukan aktivitas seksual, menghindari aktivitas seksual dengan pasangan yang memiliki infeksi menular seksual atau infeksi lain, dan bersihkan kulup pada alat reproduksi pria yang tidak disirkumsisi.

 

Perawatan Untuk Organ Reproduksi yang Berbau

Perawatan untuk alat reproduksi pria yang berbau tergantung pada penyebab utama yang menyebabkan bau tersebut. Jika kurangnya kebersihan yang menyebabkan timbulnya bau, anda dapat membersihkan kemaluan dengan lembut secara rutin dengan air hangat.

Penggunaan produk-produk berbau tajam sebaiknya dihindari untuk digunakan di sekitar kemaluan. Produk-produk tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan meningkatkan risiko infeksi. Sebaiknya hentikan penggunaan cologne, scented cream, dan parfum lain secara langsung pada kemaluan.

Jika seseorang diduga mengalami infeksi, sebaiknya segera temui dokter untuk diagnosis dan perawatan. Perawatan tersebut dapat menggunakan antibiotik, pengobatan anti jamur, atau pengobatan lain.

Menjaga kebersihkan kemaluan sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan pria sangat penting untuk dilakukan. Mengetahui cara dan hal-hal yang dapat mempengaruhi kebersihan kemaluan dapat menghindarkan anda dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Apabila anda ingin menjaga kesehatan reproduksi, tetapi dengan cara yang salah malah dapat menyebabkan timbulnya penyakit atau hal-hal lain yang tidak diingikan. Oleh karena itu, ketahui dahulu hal-hal yang harus dilakukan baru kemudian melakukan tindakan. Semangat hidup sehat!

 

Referensi:

Batra Siddharth. 2017. How To Wash Your Crotch Like An Adult. Diakses pada 19 Agustus 2018 yang tersedia pada halaman [https://www.mensxp.com/grooming/personal-hygiene/36981-how-to-wash-your-crotch-like-an-adult.html].

Fletcher Jenna. 2018. What to do about a smelly pen*s. Diakses pada 19 Agustus 2018 yang tersedia pada halaman [https://www.medicalnewstoday.com/articles/322562.php.].

Landry Timmy. 2018. Pen*s Odor and the Food That Affects It. Diakses pada 19 Agustus 2018 yang tersedia pada halaman [https://maleextrasexpill.com/pen*s-odor-and-the-food-that-affects-it/].

Kesehatan Pria: Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi
4.9 (97.14%) 7 votes