Ketahui Perbedaan Demam Berdarah dan Malaria

Di Kesehatan Masyarakat 3 views

Meski sama-sama disebabkan gigitan nyamuk, demam berdarah dan malaria memiliki perbedaan. Kenali perbedaan itu.

Sama-sama disebabkan digigit nyamuk, demam berdarah dan malaria memiliki perbedaan. Kedua penyakit ini memang merupakan jenis penyakit khas negara tropis. Hanya saja, Anda harus tahu perbedaan antara kedua penyakit ini.

Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, di Indonesia, prevalensi terjadinya demam berdarah dengue (DBD) semakin meningkat setiap tahunnya, terutama saat musim penghujan.

Sejak 1968, Indonesia dinyatakan sebagai daerah endemis DBD dan kasusnya hampir terjadi di seluruh provinsi.

Nyamuk sebagai Agen Penyebab Penyakit Malaria dan Demam Berdarah Dengue

Nyamuk sebagai Agen Penyebab Penyakit Malaria dan Demam Berdarah Dengue

Perbedaan demam berdarah dan malaria

Meski sama-sama disebabkan oleh gigitan nyamuk, demam berdarah dan malaria berbeda.

Demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini gemar tinggal di genangan air yang bersih, sehingga Anda dapat menemukan nyamuk ini dengan mudah apabila Anda memiliki penampungan air bersih di rumah.

Jika nyamuk ini menggigit Anda, beberapa gejala awal yang dapat timbul antara lain:

  • demam yang mendadak tinggi,
  • disertai nyeri kepala,
  • lemas, bahkan
  • mual dan muntah.

Setelah fase demam, barulah masuk ke fase kritis. Penderitanya bisa tampak sudah sembuh yang ditandai dengan turunnya demam.

Namun, perdarahan spontan bisa terjadi seperti munculnya bintik-bintik merah di kulit, gusi berdarah, mimisan, hingga feses berwarna hitam.

Sementara, malaria disebabkan oleh parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Di Indonesia, ada lima jenis malaria, yakni Malaria falsiparum, Malaria vivaks, Malaria ovale, Malaria malariae, dan Malaria knowlesi.

Nyamuk Anopheles berukuran lebih besar dibandingkan dengan nyamuk lainnya termasuk Aedes aegypti. Nyamuk ini suka hidup ada di beberapa tempat, seperti genangan air, sungai, sawah, perkebunan, hingga pantai.

Jika ditarik benang merah, gejala dan tanda dari penyakit malaria adalah demam. Demam ini dapat terjadi setiap tiga atau empat hari sekali bergantung pada jenis malaria yang diderita.

Demam yang muncul biasanya disertai menggigil hingga berkeringat.

Selain itu, gejala yang menyertai lainnya adalah mual, muntah, diare, nyeri otot, dan nyeri kepala. Tak hanya itu, pada beberapa kasus yang berat bisa ditemukan keluhan seperti kejang hingga penurunan kesadaran.

Itu adalah perbedaan yang harus Anda ketahui. Selain itu, Anda juga perlu waspada dengan kedua penyakit ini. Jika tak ditangani dengan baik, bisa memicu bahaya pada diri Anda.

Ketahui Perbedaan Demam Berdarah dan Malaria
5 (100%) 10 vote[s]
author
Penulis: 
Pencernaan Anda Bermasalah? Inilah Pilihan Makanan yang Tepat untuk Melancarkan!
Pencernaan Anda Bermasalah? Inilah Pilihan Makanan yang Tepat untuk Melancarkan!
Membebaskan diri dengan mengonsumsi makanan sembarangan di
Memiliki Payudara Kecil, Apakah Tetap Bisa Menyusui?
Memiliki Payudara Kecil, Apakah Tetap Bisa Menyusui?
Menyusui adalah sebuah anugerah terindah bagi seorang
Puasa Bagi Ibu Menyusui, Apakah Aman?
Puasa Bagi Ibu Menyusui, Apakah Aman?
Bulan Ramadhan menjadi bulan di mana umat
Perhatikan Hal Berikut ini Sebelum Lakukan Diet Keto
Perhatikan Hal Berikut ini Sebelum Lakukan Diet Keto
Dalam dua tahun terakhir, jenis diet satu
Baca Juga×

Top