Kebutuhan untuk mendapatkan nutrisi melalui pemberian ASI tidak lagi mencukupi untuk bayi dengan usia lebih dari 6 bulan. Kenyataan ini membuat orang tua harus memberi makanan pendamping ASI atau yang lebih dikenal dengan MPASI. Terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan orang tua untuk memberikan MPASI kepada anaknya. Salah satu di antaranya adalah kemudahan akses untuk mendapatkan sumber makanan.

Kondisi geografis suatu wilayah memengaruhi sumber pangan yang tersedia. Masyakarat yang tinggal di daerah pantai tentu memiliki kemudahan akses untuk mengonsumsi makanan yang berasal dari laut seperti ikan tuna, cumi dan rumput laut, sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah dataran tinggi cenderung untuk mengonsumsi makanan yang mudah didapat di sekitar mereka.

MPASI

Walaupun sebenarnya kemajuan zaman telah memberikan kemudahan untuk mendapatkan berbagai jenis makanan, faktor budaya masih melekat dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Bahkan, terkadang makanan baru masih dianggap tak sesuai dengan lidah. Selain itu, ada faktor kewaspadaan yang muncul untuk memberikan makanan baru terlebih untuk bayi. Oleh karena itu, faktor budaya dianggap berperan penting untuk memberikan kecukupan nutrisi untuk bayi.

 

Pertimbangan Penting

Pertumbuhan dan perkembangan bayi dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik diwariskan oleh orang tua kepada keturunannya. Ciri-ciri fisik anak pun ketika dewasa tidak jauh berbeda dari orang tuanya. Pola pewarisan sifat ini juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan tidak hanya berupa media yang menjadi tempat anak tumbuh dan berkembang seperti cuaca dan iklim tetapi juga asupan nutrisi yang diterimanya.

Pemilihan makanan sedari dini inilah yang tampaknya berperan dalam pembentukan karakteristik fisik penduduk pada suatu wilayah. Konsumsi makanan sejenis dalam periode pertumbuhan yang sama membuat asupan nutrisi yang diterima pun kurang lebih sama. Tak bisa dipungkiri, terkadang ada jenis makanan tertentu yang memberikan kecukupan nutrisi untuk pertumbuhan bayi. Tetapi, interaksinya dengan gen sebagai pewarisan genetik pun tidak bisa diabaikan begitu saja.

Pertimbangan ekonomi pun terkadang memiliki peranan yang sangat penting dalam pemilihan MPASI untuk bayi. Keluarga dengan pendapatan ekonomi menengah ke bawah cenderung memberikan makanan tanpa pertimbangan yang matang. Beberapa kriteria sederhana mereka tetapkan sendiri. Asalkan tidak keras, tidak ada tulang dan tidak pernah ada riwayat keracunan pada bayi di sekitar tempat tinggalnya bisa dijadikan sebagai beberapa acuan.

 

Edukasi

Tenaga kesehatan yang berada di daerah tertinggal memegang peranan yang sangat penting untuk memberikan edukasi kepada masyakarat tentang pemilihan MPASI.  Budaya yang sudah mendarah daging tentu sulit untuk dihilangkan begitu saja. Beruntung jika MPASI yang diberikan memang memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tetapi jika tidak, tenaga kesehatan harus memikirkan alternatif pemberian makanan yang  lain.

Masyakarat yang kurang mendapatkan informasi tentang pelayanan kesehatan umumnya tinggal di daerah pedalaman yang kondisi lingkungannya belum banyak terjamah oleh aktivitas manusia yang masif sehingga kemungkinan besar varietas panganan lokal masih banyak yang tersedia. Tenaga kesehatan harus mampu untuk mengidentifikasi jenis varietas lokal yang mudah diakses oleh masyarakat dan memiliki nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Makanan yang dikonsumsi oleh bayi berperan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Bayi memiliki periode kritis untuk masa pertumbuhan dan perkembangannya. Apabila bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup maka dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Sebaliknya, apabila kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tidak mencukupi maka pertumbuhan dan perkembangan bayi akan terganggu.

 

Referensi:

Weaning your child from breastfeeding. (2004). Paediatrics & Child Health, 9(4), 254–255.

Inoue, M., & Binns, C. W. (2014). Introducing Solid Foods to Infants in the Asia Pacific Region. Nutrients, 6(1), 276–288. http://doi.org/10.3390/nu6010276

MPASI Lokal Sebagai Sarana Pewarisan Budaya
5 (100%) 3 votes