Nyeri Haid Luar Biasa, Apakah Anda Alami PMDD?

Menjelang siklus menstruasi, biasanya para wanita akan merasa lebih sensitif dan agak sulit dalam mengendalikan emosi daripada biasanya. Sebagian wanita merasakan mood swing, sebagian lainnya merasakan keluhan nyeri atau kram di perut bagian bawah. Berbagai gejala yang timbul tadi biasa dikenal dengan PMS atau Pre-Menstrual Syndrome.

PMS seringkali dianggap wajar akibat perubahan hormon yang terjadi saat siklus menstruasi. Namun, beberapa wanita mengeluhkan keluhan PMS yang teramat sangat hingga pingsan bahkan juga gangguan mental seperti depresi. Bila Anda mengalami hal yang sama, anda harus siaga, apakah Anda mengalami PMDD?

 

Apa itu PMDD dan Mengapa Bisa Terjadi?

pmdd premenstrual dysphoric disorder

PMDD  merupakan singkatan dari Pre-Menstrual Dysphoric Disorder.

PMDD sendiri merupakan kondisi parah dari PMS yang terjadi pada wanita. Hingga kini, penyebab dair PMDD sendiri belum dapat diketahui secara pasti.

Namun, sebagian para ahli percaya bahwa terdapat beberapa reaksi yang tidak normal terhadap perubahan hormon pada siklus menstruasi wanita sehingga muncullah gejala pada PMDD.

Studi terbaru yang dijelaskan oleh Dr. Dubey dari The National Centre for Cell Science mengemukakan bahwa terdapat sel yang abnormal pada wanita dengan PMDD.

Gangguan sel ini menyebabkan wanita tidak mampu mengendalikan emosi bahkan juga mengeluhkan gangguan fisik seperti nyeri perut yang intens, nyeri sendi, dan lain-lain.

Angka kejadian PMDD cukup jarang, di mana di antara 85 persen wanita yang mengalami PMS hanya sebanyak 5-8 persen wanita saja yang mengalami PMDD di usia reproduksi.

 

Apakah Tanda dari Terjadinya PMDD?

Walaupun PMS dan PMDD seringkali menunjukan tanda yang saling menyerupai, penderita PMDD seringkali mengalami gejala yang ekstrim sehigga mengganggu aktivitas dan interaksi sosial yang biasa dilakukan.

Pada kasus yang lebih serius, penderita PMDD juga bisa merasa sangat depresi hingga muncul keinginan bunuh diri. Seseorang dengan PMDD dapat diketahui dari tanda-tanda berikut ini:

Gejala Fisik:

  • Tubuh terasa sangat lelah dan lemas
  • Nyeri perut bagian bawah yang teramat sangat
  • Jantung berbedar keras dan lebih cepat (takikardia). Menurut American Heart Association, normalnya denyut jantung pada orang dewasa berkisar antara 60 hingga 100 kali per menit
  • Gangguan pencernaan seperti perut kembung dan perubahan nafsu makan yang masif
  • Sakit kepala yang intens
  • Nyeri sendi, kejang otot, atau kesemutan yang luar biasa

Gejala Emosi:

  • Merasa tegang dan gelisah
  • Mengalami mood swing (perasaan yang berubah-ubah dengan cepat)
  • Kecemasan atau ketakutan yang berlebih tanpa didukung situasi yang wajar
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi
  • Merasa putus asa, depresi, hingga ada keinginan untuk bunuh diri

Selain perbedaan gejala yang muncul, hal lain yang bisa membedakana antara PMS dan PMDD adalah durasi gejala yang dikeluhkan.

Umumnya, gejala PMS hanya berkisar 2-3 hari sebelum hingga beberapa hari saat menstruasi. Namun pada PMDD gejala bisa muncul harian bahkan mingguan sebelum dan sesudah siklus menstruasi terlewati.

 

Kurangi Gejala PMDD dengan Lakukan Hal Ini

Sama seperti  PMS, gejala pada PMDD juga bisa mereda dengan sendirinya. Mengingat keparahan gejala yang ditimbulkan PMDD, tidak ada salahnya jika penderita berusaha meminimalisir gejala yang timbul dengan melakukan hal dibawah ini:

Menjaga Pola Makan dan Konsumsi Suplemen

Makanan sehat yang kaya akan nutrisi tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.

Dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran serta hindari makanan berminyak, kebutuhan nutrisi dapat segera terpenuhi.

Selain itu, tubuh juga memerlukan asupan vitamin B6, kalsium, magnesium, serta vitamin lainnya untuk memperlancar proses metabolisme.

Rajin Berolahraga

Olahraga minimal 30 menit seminggu (tergantung jenis olahraga yang dilakukan), dipercaya mampu mengurangi gejala PMDD seperti cemas dan pusing. Olahraga untuk menenangkan pikiran seperti meditasi juga patut dicoba.

Terapi Relaksasi

Perbaiki suasana hati dengan lakukan terapi relaksasi. Anda bisa memilih aroma terapi yang direkomendasikan untuk PMDD seperti lavender, chamomile, rose, dan clary sage.

 

Demikian ulasan mengenai PMDD. Apakah Anda pernah mengalami gejala seperti di atas? Silahkan berbagi di kolom komentar, ya!

 

Referensi:

https://www.psycom.net/premenstrual-dysphoric-disorder-pmdd

https://www.ema.europa.eu/documents/scientific-guideline/adopted-guideline-treatment-premenstrual-dysphoric-disorder-pmdd_en.pdf

https://www.health.harvard.edu/blog/premenstrual-dysphoria-disorder-its-biology-not-a-behavior-choice-2017053011768

https://womensmentalhealth.org/wp-content/uploads/2008/04/pmdd_guide.pdf

Nyeri Haid Luar Biasa, Apakah Anda Alami PMDD?
4.8 (96.36%) 11 votes

Tinggalkan komentar