Ibu hamil memiliki berbagai macam risiko yang dapat mengganggu kesehatannya mauoun janinnya. Masalah mengenai nutrisi kehamilan adalah salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian lebih di Indonesia. Masalah-masalah yang ditimbulkan oleh gizi dapat berakibat kematian bagi ibu dan calon bayi, padahal masalah-masalah tersebut masih dapat kita cegah.

Kurangnya asupan nutrisi kehamilan dapat menyebabkan dampak, seperti bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) serta anemia. BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram. Bayi yang lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) memiliki peluang meninggal sebesar 35 kali lebih tinggi daripada bayi yang lahir dengan berat badan normal. Oleh sebab itu seorang ibu yang cerdas harus memperhatikan status gizinya selama kehamilan.

Status gizi yang rendah serta pola makan yang tidak baik pada ibu hamil bisa menyebabkan terjadinya gangguan gizi seperti anemia, berat badan kurang pada ibu hamil serta gangguan pada pertumbuhan janin.

Beradasarkan penelitian yang dilakukan Sari dkk pada tahun 2013 menyatakan bahwa terdapat hubungan indeks massa tubuh pada awal kehamilan dengan berat badan saat lahir. Menurut WHO salah satu organisasi yang menangani kesehatan di dunia mengatakan bahwa kejadian KEK yang dialami ibu hamil sekitar 35,5% di Indonesia.

KEK sendiri adalah singkatan dari Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang merupakan gangguan gizi saat hamil yang bisa mengakibatkan risiko pada janin. Hasil Prevalensi Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa tingkat risiko KEK pada wanita yang berusia produktif atau wanita usia subur di Indonesia sebesar 20,8%.

Berdasar hasil penelitian di beberapa negara juga mengatakan gizi yang kurang selama masa kehamilan dapat berlanjut kepada penurunan kecerdasan anak yang berusia 2 tahun. Nutrisi kehamilan yang dibutuhkan yang perlu diketahui oleh seorang ibu adalah protein, lemak, karbohidrat, kalsium, folat, zat besi serta vitamin yang akan kita bahas satu-persatu.

 

Nutrisi Kehamilan untuk Janin Sehat

 

1. Protein

Protein berasal dari kata “Proteios” yang dalam Bahasa Yunani artinya pertama atau utama. Protein adalah makromolekul yang berperan dalam penyusunan lebih dari setengah bagian sel. Protein merupakan penentu ukuran dan struktur sel, komponen utama dan penting dari sistem komunikasi antar sel satu dan yang lainnya, serta merupakan katalis (mempercepat laju reaksi) biokimia yang ada di sel. Oleh karena itu, hampir seluruh aktivitas yang berhubungan dengan penelitian biokimia tertuju pada hormon, antibodi, serta enzim.

Kualitas dari protein ditentukan berdasarkan jenis dan proporsi asam amino yang terkandung di dalamnya. Protein hewani, kecuali gelatin merupakan protein komplit yang mengandung semua jenis asam amino essensial atau penting dalam proporsi yang sesuai berdasarakan keperluan pertumbuhan.

Ibu yang sedang mengandung, memerlukan nutrisi kehamilan berupa protein dalam jumlah yang cukup dan komplit kandungan asam aminonya karena selama masa kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan protein.

Protein dalam masa kehamilan memiliki fungsi yaitu sebagai pembentukan jaringan baru baik plasenta (tempat pertukaran produk-produk metabolisme dan produk gas antara peredaran darah ibu dan janin, serta produksi hormon) dan janin, pertumbuhan dan differensiasi sel, pembentukan cadangan darah serta persiapan masa menyusui.

Selama masa kehamilan menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) ibu memerlukan protein lebih banyak dengan  penambahan protein sebesar 20 gram setiap harinya. Kebutuhan akan protein ini pada trimester pertama (1 minggu hingga 12 minggu kehamilan) hingga trimester dua (13 minggu hingga 28 minggu kehamilan sebesar kurang dari 6 gram setiap harinya, kemudian untuk trimester ketiga (minggu ke-29 hingga minggu ke-40 kehamilan) adalah sebesar 10 gram tiap hari.

Sedangkan menurut Widyakarya Pangan dan Gizi VI 2004 menganjurkan ibu hamil untuk menambah sebesar 17 gram protein setiap harinya. Jumlah protein yang terlalu rendah atau tinggi dapat mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Contoh makanan yang mengandung protein yang baik untuk ibu hamil seperti ikan, daging ayam, daging sapi tanpa lemak, daging domba, tahu, kacang merah, dan kacang polong.

 

2. Lemak

Lemak adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi larut dalam pelarut organik nonpolar. Lemak berperan sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K, selain itu lemak juga berfungsi sebagai cadangan energi untuk ibu melahirkan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Bangladesh pada tahun 2013 bahwa asupan lemak ini berhubungan dengn BBLR, asupan lemak yang tinggi pada usia kehamilan 18 minggu kehamilan selain berhubungan dengan berat badan lahir, juga panjang tubuh bayi serta ketebalan otot trisep.

Berdasarkan angka kecukupan gizi tahun 2013 diperlukan tambahan lemak 10 gram setiap harinya. Lemak ini merupakan sumber dari energi dan pertumbuhan dari jaringan plasenta.

Lemak disimpan untuk persiapan ibu saat menyusui. Lemak yang baik untuk ibu hamil adalah lemak essensisal yang terdiri dari lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan minyak wijen untuk menggoreng, tahu atau tempe, dan kacang kenari serta yang mengandung omega-3 seperti ikan salmon, tuna, dan sarden.

 

3. Karbohidrat

Salah satu nutrisi kehamilan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah karbohidrat. Karbohidrat adalah senyawa yang terdiri dari molekul karbon, hidrogen, serta oksigen.

Fungsi dari karbohidrat adalah sebagai penghasil energi tubuh. Setiap 1 gram karbohidrat mengandung energi sebesar 4 kilokalori dan energi hasil proses pembakaran karbohidrat di dalam tubuh akan digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi tubuh.

Para ahli gizi sepakat bahwa karbohidrat dibutuhkan sebesar 60% dari kebutuhan energi total. Pemenuhan karbohidrat harus seimbang tidak kurang ataupun lebih.

Jika karbohidrat di tubuh berlebih maka dapat menyebabkan kegemukan, sedangkan konsumsi karbohidrat yang kurang dapat menyebabkan glukosa yang digunakan untuk menghasilkan energi sedikit.

Contoh bahan makanan yang mengandung karbohidrat adalah makanan yang berasal dari padi-padian, kentang, serta roti gandum.

 

4. Kalsium

Kalsium sangat penting bagi pemenuhan nutrisi kehamilan karena berpengaruh terhadap kesehatan tulang baik ibu ataupun janin, kalsium juga dapat mencegah hipertensi selama kehamilan.

Penelitian di beberapa negara seperti Kamerun, Thailand, serta Peru rata-rata ibu hamil memiliki asupan kalsium yang sedikit atau rendah. Perlu adanya pemenuhan akan kebutuhan terhadap energi dan zat gizi bagi ibu hamil untuk perkembangan janin. Pemenuhan akan kebutuhan kalsium akan meningkat pada trimester ke tiga karena terjadi proses mineralisasi dengan cepat.

Diketahui juga bahwa selama kehamilan, sebanyak 30 gram dari kalsium akan diberikan kepada janin.

Contoh makanan yang baik karena mengandung kalsium dengan jumlah yang tinggi adalah onde-onde, roti susu, biskuit marie, dan susu kedelai.

 

5. Asam Folat

Asam folat memiliki peran yang cukup penting selama masa kehamilan karena mencegah cacat pada janin serta menghindari anemia.

Menurut hasil survey oleh March of Dimes National tahun 1995 hingga 2001 membuktikan bahwa defisiensi asam folat dapat menyebabkan kecacatan pada tabung saraf janin. Selain itu, kekurangan asam folat juga dapat menyebabkab kelainan saraf, psikologi. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan otak janin.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa ukuran lingkar kepala bayi baru lahir akibat pertumbuhan otak tersebut bila di atas batas normal maka dapat dikakatakan karena kekurangan asam folat.

Penelitian yang dilakukan oleh G. Nellhaus yang berasal dari rumah sakit Napa di California Amerika Serikat ukuran lingkar kepala tersebut berkisar 30 hingga 37 centimeter. Lingkar kepala ini akan semakin bertambah setiap 2 centimeter setiap bulannya pada usia 0 hingga 3 bulan. Kemudian pada usia 4 hingg 6 bulan akan bertambah 1 centimeter setiap bulan, serta pada usia 6 hingga 12 bulan pertambahannya berkurang menjadi 0,5 centimeter setiap bulannya.

Menurut pendapat Crukelly, asam folat yang dibutuhkan setiap harinya adalah sebesar 600 mikrogram dan asam folat ini akan mempengaruhi pertumbuhan otak anak 70 persen daripada zat gizi lainnya. Makanan yang mengandung asam folat adalah sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, telur, susu, ikan salmon, dan biji-bijian.

 

6. Zat Besi

Zat besi sangat penting bagi wanita hamil untuk memenuhi nutrisi kehamilan karena selama kehamilan wanita mengalami pengenceran sel darah merah sehingga butuh tambahan zat besi untuk mendapatkan jumlah sel darah merah bagi janin.

Fungsi zat besi ini sendiri berperan sebagai metabolisme energi, sistem kekebalan tubuh, serta pelarut obat-obatan. Zat Besi sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena selain yang sudah disebutkan sebelumnya, zat besi memiliki fungsi mencegah terjadinya anemia dan untuk mempertahankan agar pertumbuhan janin secara optimal.

Anjuran dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia adalah mengonsumsi zat besi sejumlah  sedikitnya 90 pil zat besi selama masa kehamilan. Pemberian tablet zat besi ini selain mengandung zat besi, juga mengandung asam folat. Setiap 60 miligram zat besi dan 0,25 miligram yang diberikan oleh pemerintah pada ibu hamil dapat mengatasi anemia terhadap gizi zat besi.

Menurut penelitian oleh Guntur pada tahun 2004 mengatakan bahwa konsumsi dari zat besi dapat berpengaruh terhadap kadar hemoglobin, di mana semakin tinggi konsumsi zat besi maka kadar hemoglobin akan semakin meningkat.

Gejala ibu hamil yang mengalami anemia seperti wajah pucat, mata merah, telapak tangan pucat, lemah, cepat lelah, dan lesu karena kekurangan hemoglobin yang di dalamnya  terdapat unsur zat besi.

Untuk sumber dari zat besi sendiri yang paling baik terdapat pada makanan hewani seperti ayam, daging, dan ikan. Sumber makanan lainnya yaitu telur, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan beberapa jenis buah.

Jangan lupa untuk memperhatikan kualitas zat besi di dalam makanan yang biasa disebut ketersediaan biologik. Pada dasarnya besi di dalam daging, ayam, dan ikan mempunyai ketersediaan biologi yang tinggi, dan untuk padi-padian serta kacang-kacangan memiliki ketersediaan biologi yang sedang dan bayam yang mepunyai ketersediaan biologi yang rendah.

 

7. Vitamin

7.1. Vitamin A

Vitamin A penting dan dibutuhkan dalam tubuh sebesar tiga porsi sehari. Manfaat dari vitamin A adalah pertumbuhan, perkembangan selama perkembangan serta kesehatan mata, kesehatan kulit, pertumbuhan tulang, kesehatan reproduksi, metabolisme lemak dan ketahanan terhadap infeksi.

Jika vitamin A dalam tubuh berlebihan maka dapat menyebabkan cacat lahir, tulang rapuh, kulit kering, gatal, rambut rontok, dan sakit kepala.

7.2 Vitamin D

Vitamin D penting untuk kesehatan gigi dan tulang. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan muntah, diare, sakit kepala, dan mengantuk.

7.3 Vitamin C

Vitamin C memiliki manfaat pada kehamilan sebagai pengatur metabolism dan pembentukan hemoglobin sehingga sel-sel darah meningkat. Namun, jika berlebihan maka dapat menyebabkan diare, batu ginjal, dan ketergantungan janin.

7.4 Vitamin B-6

Vitamin ini sangat penting untuk produksi sel darah merah dan sel darah putih. Risiko jika vitamin B-6 ini dikonsumsi berlebihan adalah dapat menyebabkan gangguan fungsi sistem saraf. Kandungan Vitamin B-6 terdapat di jeroan, daging kambing, tomat, pisang dan salmon.

7.5 Vitamin B-12

Vitamin ini berfungsi dalam mendukung sistem saraf dan produksi sel darah merah. Kandungan vitamin B-12 yang baik terdapat susu, telur, keju, ikan, dan daging.

 

Itulah berbagai nutrisi kehamilan yang perlu diperhatikan oleh calon ibu dari sang buah hati tercinta. Dengan nutrisi yang tepat, risiko terjadinya masalah-masalah kehamilan menjadi berkurang. Yuk bagikan informasi ini kepada calon bunda-calon bunda lainnya.

 

Referensi:

Pantiawati I. 2010. Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah. Yogyakarta (ID) : Nuha Medika.

Leny Budhi Harti, Inggita Kusumastuty, Irwan Hariadi. 2016.  Hubungan Status Gizi dan Pola Makan terhadap Penambahan Berat Badan Ibu Hamil. Indonesian Journal of Human Nutrition;3(1):54-62.

Fitrah Ernawati, Yuniar Rosmalina dan Yurista Permanasari. 2013. Pengaruh Asupan Protein Ibu Hamil Dan Panjang Badan Bayi Lahir Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12 Bulan Di Kabupaten Bogor. Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan; 36 (1): 1-11

E.L. Fatchiyah, Arumingtyas S., Widyarti, & Rahayu, S. 2011. Biologi Molekuler Prinsip Dasar Analisis. Jakarta (ID) : Penerbit Erlangga.

Mila Syari, Joserizal Serudji, dan Ulvi Mariati.2015. Peran Asupan Zat Gizi Makronutrien Ibu Hamil terhadap Berat Badan Lahir Bayi di Kota Padang. Diakses 19 Agustus 2018. [http://download.portalgaruda.org/article.php?article=359511&val=7288&title=Peran%20Asupan%20Zat%20Gizi%20Makronutrien%20Ibu%20Hamil%20terhadap%20Berat%20Badan%20Lahir%20Bayi%20di%20Kota%20Padang]

M.A. Irawan, 2007. Glukosa dan Metabolisme Energi. Sport Science Brief. 1(6):12-5.

Mary E. Beck. 2011. Ilmu Gizi dan Diet. Yogyakarta(ID) : Penerbit Andi.

Agueh VD, Tugoué MF, Sossa C, Métonnou C, Azandjemè C, Paraiso NM, Ouendo ME, Ouédraogo LT, Makoutodé M. 2015.Dietary Calcium Intake and Associated Factors among Pregnant Women in Southern Benin in 2014. Food and Nutrition Sciences; 6(11):945954.

Sukchan P, Liabsuetrakul T, Chongsuvivatwong V, Songwathana P, Sornsrivichai V, Kuning M. 2010. Inadequacy of Nutrients Intake among Pregnant Women in the Deep South of Thailand. BMC Public Health; 10(572):1-8.

Sacco LM, Caulfield LE, Zavaleta N, Retamozo L. 2003. Dietary Pattern and Usual Nutrient intakes of Peruvian Women during Pregnancy. European Journal of Clinical Nutrition; 57(11):1492–1497.

Kovacs CS. Calcium and Bone Metabolism Disorder during Pregnancy and Lactation. 2011. Endocrinol Metab Clin North Am; 40(4):795-826.

O’BrienKO, Donangelo CM, Zapata CLV, Abrams SA, Spencer EM, King JC. 2006. Bone Calcium Turnover during Pregnancy and Lactation in Women with Low Calcium Diets is Associated with Calcium Intake and Circulating Insulin like Growth Factor 1 Concentrations. Am J Clin Nutr; 83(2):317–323.

Jundra Darwanty dan Ari Antini . 2012. Kontribusi Asam Folat Dan Kadar Haemoglobin Pada Ibu Hamil Terhadap Pertumbuhan Otak Janin Di Kabupaten Karawang Tahun 2011. Jurnal Kesehatan Reproduksi ;3(20): 82 – 90

Marmi. 2013. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta(ID) : Pustaka Pelajar.

Penuhi Nutrisi Kehamilan agar Calon Buah Hati Sehat
5 (100%) 17 votes